Manifesto

Jernih Sebening Air


PUBLIK
sering dibuat bingung oleh arus berita media, termasuk yang mainstream — cetak, eletronik (televisi dan radio), serta online (daring). Satu peristiwa atau kegiatan dengan sumber dan data yang sama, namun berita yang disajikan media itu kerap bertabrakan satu dengan lainnya.

Jurnalis memelintir. Data atau fakta yang mestinya sucipun menjadi abu-abu. Akhirnya media tidak lebih sebagai lembaga legal yang doyan memproduksi berita hoax. Media menjadi produsen kebohongan. Hak publik untuk mendapatkan informasi yang akurat terabaikan.

Kondisi ini diperparah ketika publik kemudian bersandar kepada media sosial. Boleh jadi akibat kepercayaan mereka pada media mainstream telah tergerus. Situasi makin keruh saat sebagian orang dan kelompok terorganisir memproduksi dan menyebar berita bohong via media sosial.

Era Reformasi yang menghadirkan kebebasan sepatutnya membuat media makin bertaji. Ternyata tidak. Media justru larut mempraktikkan “jurnalisme lendir”, satu aliran dalam dunia media yang sesat sebab menghamba pada kapital dan kekuasaan.

Jurnalisme jenis tersebut marak, banyak pengikutnya. Mereka, jurnalis, pasti partisan dan abai atas kehormatan profesinya. Fungsi kontrol pers terhadap kekuasaan menjadi lembek.

Media menghamba pada kepentingan apa dan siapa saja yang menguntungkan secara bisnis jangka pendek. Reformasi, demokratisasi, dan industrialisasi telah melumpuhkan ruh dan harkat media ke titik nadir. Pelan tetapi pasti publik akhirnya kehabisan kepercayaan pada media.

Bening.Media bertekad hadir dan berjalan di rel jurnalisme sebenarnya. Kami hanya menghamba pada kebenaran, cuma diatur dan tunduk-patuh pada Kode Etik Jurnalistik serta prinsip dasar jurnalisme. Kami berusaha keras menempatkan kejujuran dan kepentingan umum di atas segala-galanya.

Mengusung “jurnalisme apa adanya” memang seperti orang azan di tengah padang pasir. Kami menyadari sepenuhnya.

Pembaca, percayalah, kami akan sepenuhnya melakukan upaya agar media kembali menempati kedudukannya sebagai kekuatan keempat; media yang punya kredibilitas, sebagai rujukan publik yang senantiasa berharap memperoleh informasi yang jujur.

Karena pilihan itu, Bening.Media mengusung jurnalisme investigasi sebagai satu-satunya proses kerja pers untuk menghadirkan fakta sesungguhnya.

Kami, bersama pembaca yang pasti mendukung, akan menjadikan skandal yang gelap menjadi terang-benderang. Bening.Media, bersama sokongan Anda pula, membidik kejahatan besar di pusat-pusat kekuasaan yang simpang siur bin abu-abu menjadi “jernih sebening air”. []